3. Minta bantuan profesional

Apabila stres yang dialami anak sudah semakin parah bahkan mengarah ke tanda-tanda depresi, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional. Orang tua bisa mengajak anak untuk menemui psikolog atau psikiater.

Jika melihat tanda-tandanya, ahlinya bisa membantu menangani gangguan kesehatan mental yang menimpa anak. Caranya dengan terapi kognitif perilaku, terapi bicara, atau terapi obat-obatan jika diperlukan.

4. Hindari minum alkohol

Alkohol dan penyalahgunaan zat sering berjalan beriringan. Seseorang yang mengonsumsi minuman keras cenderung menjadi impulsif, sehingga mudah tergiur dengan narkoba.

Sebaiknya, jangan pernah meminum minuman alkohol di hadapan anak. Jadilah contoh yang baik bagi mereka. Berikan pengertian kepada mereka apa bahaya dari mengonsumsi alkohol dan narkoba.

Baca Juga  7 Tips Mendidik Anak di Era Digital, Bunda Jangan Lengah

Studi Alcohol and drug use in suicidal behaviour yang diterbitkan Current Opinion in Psychiatry menemukan, terjadi peningkatan risiko perilaku bunuh diri di antara mereka yang mengalami gangguan penggunaan alkohol dan zat terlarang.

5. Buat anak lebih percaya diri

Nyatanya, tak sedikit orang yang menggunakan narkoba karena sering tidak percaya diri. Mereka merasa tidak bahagia dan tidak berguna di hidupnya. Oleh sebab itu, cara mencegah narkoba menurut BNN salah satunya dengan meningkatkan rasa percaya diri.

Orang tua bisa membantu anak untuk memperbaiki penampilannya, mendorongnya untuk melakukan hobi yang disukai dan mendorongnya untuk memulai pertemanan. (Dilansir dari Halodoc.com)