BANGKA BARAT, TIMELINES.ID– Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke 23 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), PT Timah Tbk meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel sebagai pendukung program kampung iklim yang digalakkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan ini diserahkan oleh Pj Gubernur Babel, Safrizal usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke- 23 Provinsi Babel di Kantor Gubernur Babel, Selasa (21/11/2023).

ProKlim merupakan program yang memberikan pengakuan terhadap partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi, sehingga dapat mendukung target penurunan emisi GRK nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim

Baca Juga  Dukung Destinasi Wisata, PT Timah Pasang Penahan Abrasi di Pantai Pongkar Karimun

PT Timah Tbk mendukung program Pro Iklim di Kampung Iklim Desa Air Limau, Kabupaten Bangka Barat yang meraih Piagam Partisipasi Program Kampung Iklim Kategori Madya oleh Kementrian Lingkungkan Hidup dan Kehutanan RI.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung Ferry Afriyanto mengatakan Proklim adalah program Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bentuk kontribusi Indonesia upaya pengendalian perubahan iklim global.

ProKlim atau Program Kampung Iklim adalah salah satu program nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai bagian dari komitmen dan kontribusi Indonesia dalam upaya pengendalian perubahan iklim global sesuai hasil pertemuan para pihak (Conference of The Parties/COP) ke-26 UNFCCC.

Baca Juga  Dukung Pendidikan Keagamaan, PT Timah Tbk Bantu Renovasi TPQ Nurul Fallah Desa Teluk Radang

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Glasgow Climate Pact yang bertujuan untuk meningkatkan pelibatan dan peran masyarakat di tingkat tapak dan pemangku kepentingan dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

“Penghargaan ini memberikan pengakuan atau apresiasi kepada kelompok masyarakat di tingkat tapak selaku pelaksana, pemerintah selaku pembina dan lembaga/stakeholder terkait (dunia usaha, lembaga pendidikan, LSM dan lainnya) selaku pendukung ProKlim,” jelas Ferry.