Kemudian untuk pondasi bangunan, ia juga menilai masih kurang maksimal dalam menahan debit air nantinya. Terutama saat musim penghujan mulai berlangsung seperti saat ini. Kata dia, pondasi kuat yang dibangun zaman Belanda bisa tergerus, apalagi yang asal tumpang.

“Logikanya di situ serta harus ditangani oleh orang-orang yang betul mengerti dan ahli. Sebelah kiri itu sudah amblas, proyek yang kemarin kita tidak tahu apa sebabnya. Saya ingin katakan juga, percuma kolam ini ada, kalau masih ada tambang di arah hulu,” katanya.

Oleh karena itu, dia juga meminta agar pihak berwenang mengambil langkah tegas untuk membersihkan tambang liar di sepanjang aliran sungai. Jangan sampai pembangunan kolam miliaran rupiah ini berujung sia-sia dan tidak mampu menjawab masalah banjir.

Baca Juga  Polres Babar Gagalkan Peredaran 3,332 Gram Sabu di Kelurahan Sungai Baru Mentok

“Orang bodoh saja bisa menilai, air ini kalau tidak ada yang membuka TI pasti dia jernih seperti dulu. Kalau masih keruh, ada yang bekerja. Maka kami harap aparat setempat bisa bertindak, mohon kerja samanya. Semua butuh makan, tapi tidak korbankan orang banyak,” cetusnya.

Ia menegaskan, kritikan ini tidak untuk menolak rencana baik pemerintah dan kepedulian terhadap masyarakat. Akan tetapi, kolam ini memang betul-betul diharapkan masyarakat dengan baik fungsinya karena menyangkut nyawa orang banyak ketika banjir terjadi.

“Jangan sampai, kejadian seperti tahun 2017 saat hari H pencoblosan Pilgub Babel terulang kembali. Karena dari daerah Kampung Ulu sampai ke Pasar itu banjirnya cukup mengerikan sampai tingginya sama seperti orang dewasa. Bahkan sekitar dua meter,” katanya.

Baca Juga  Korban Tewas Ternyata Mualim KIP, Petugas Evakuasi Melalui Belinyu

Sekali lagi dia mengharapkan, beragam aspek yang telah disampaikan dapat diperhatikan pihak-pihak berwenang. Ia tidak mau proyek tersebut dikerjakan apa adanya ditambah lagi masih ada aktivitas pertambangan liar yang menyebabkan pendangkalan alur.

“Kami tidak menyalahkan pemborong yang sekarang, mereka hanya teruskan saja. Cuma kami minta tolong pondasi dan kedalaman betul-betul diperhatikan. Kita tidak menolak proyek ini, malah mendukung, kalau bisa ikut membantu, tapi tolong diperhatikan,” jelasnya. (**)