“Kita juga memberikan saran dan masukan kepada Bupati Bateng terkait wacana dan rencana pembangunan PLTN,” ujar Eka usai melakukan audiensi dengan Bupati, Bateng Senin (27/11/2023).

Sementara itu, Ketua Umum Forlabb Feryandi Komeng menyebutkan pihaknya hanya mengingatkan Bupati Bateng agar tidak terjebak soal wacana PLTN.

“Melalui Bupati Bateng kami minta pihak PT Thorcon Power Indonesia tidak melakukan sosialisasi dan memberikan janji-janji manis kepada masyarakat,” terang Komeng.

Menurut Komeng bahwa bentuk kegiatan apapun seharusnya tidak boleh terlebih dahulu dilakukan sebelum ada regulasi yang jelas terkait regulasi, ketetapan maupun keputusan pemerintah soal pembangunan PLTN ini.

“Jangan dijadikan wacana pemerintah ingin membangun PLTN ini sebagai bentuk mencuri start oleh bakal calon investor,” terangnya.

Baca Juga  Nasib TPP ASN Bangka Tengah 2026: Dipotong 20 Persen, Bagaimana dengan THR?

Dilanjutkannya bahwa Forlabb hanya menegaskan kepada pihak terkait bahwa hal ini belum ada regulasi dari pemerintah pusat, keputusan maupun ketetapan Dewan Energi Nasional (DEN). Hal ini belum jelas dan terang benderang.

Faktanya sudah membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Babel khususnya Bateng dan Desa Batu Beriga dan sekitarnya sehingga harus diberikan informasi yang benar.

“Kami tegaskan, bahwa kami menolak dengan keras jika ada wacana pembangunan PLTT. Ingat PLTN berbeda dengan PLTT. Kalau PLTN kita belum menyatakan sikap,” kata Komeng.

Ia menambahkan, Forlabb peduli dengan masyarakat dan sayang Bupati Bateng makanya pihaknya mengambil inisiatif untuk silaturahmi, audiensi dan mengingatkan Bupati jangan sampai terjebak pola main bakal calon investor.

Baca Juga  Tahanan Kabur ke Koba, Begini Kronologi Penangkapannya

“Kita jangan sampai terjebak dengan janji-janji manis pihak-pihak bakal calon investor yang belum ada kejelasannya dan legalitasnya,” kata

Sementara itu, Sahril mengatakan bahwa PLTN bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat Bangka Belitung. Wacana ini sudah sejak 2011 digulirkan.

Awalnya saja PT Thorcon masuk ke Bangka Tengah sudah tidak menggunakan cara yang tidak benar dengan diam-diam masuk ke Desa Baru Beriga.

“Awalnya saja PT Thorcon sudah menggunakan cara-cara yang tidak berakhlak. Maka kami sebagai masyarakat Bangka Tengah mempertanyakan hal itu. Jika Bupati saja, awalnya tidak mengetahu tiba-tiba mereka sudah masuk. Hal ini kita pertanyakan,” tegas Sahrial.

Masyarakat Bangka Barat dan Bangka Selatan menolak rencana pembangunan PLTN, kenapa Bangka Tengah mau menerimanya pulau Gelasa sebagai wacana pembangunan PLTT.

Baca Juga  Siswa Angkatan ke-34 SMP Muhammadiyah Koba Diwisuda, Begini Harapan Kepsek

Sahrial mengingatkan bahwa edukasi dan sosialisasi jangan hanya yang baik-baik saja masyarakat juga perlu diberikan informasi terkait dampak PLTN.

Hadir dalam audiensi tersebut Sekda Bateng Sugianto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bidang Kemasyarakatan Wahyu Nurahkman, Staf Ahli Bidang Perekonomian , Pembangunan. dan Keuangan  H. Tamimi, Kepala Bappelitbangda Bateng Joko Triadhi, Kepala Badan Kesbangpol Bateng Samsul Komar, Kepala Dinas Perikanan Bateng Imam Soehadi.