Sebagian anak bisa mengalami sembelit akibat intoleransi laktosa atau alergi terhadap susu sapi yang dikonsumsinya. Jadi, jika Bunda mendapati Si Kecil sering mengalami sembelit setelah ia minum susu sapi, maka sebaiknya hentikan pemberian susu tersebut untuk sementara waktu.

Untuk memilih jenis susu lain yang dapat Si Kecil konsumsi sebagai pengganti susu sapi, Bunda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter anak, ya.

4. Mendorong anak untuk tetap beraktivitas

Untuk menjaga pergerakan usus dan melancarkan proses pencernaan, memijat perut agar lancar BAB bisa saja dilakukan. Bunda juga perlu mengajak anak untuk lebih aktif bergerak, dengan memberikan anak waktu untuk bermain secara aktif setidaknya 30–60 menit setiap harinya.

Agar Si Kecil lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas fisik, Bunda juga bisa berolahraga bersama Si Kecil, misalnya mengajak anak bersepeda, berenang, atau sekadar berjalan santai.

Baca Juga  5 Cara Menghindari Prostat, Nomor 3 Wajib Dilakukan

5. Membuat jadwal makan anak

Makan secara teratur mampu merangsang gerakan saluran cerna anak, sehingga anak juga terbiasa untuk buang air besar secara rutin. Salah satu cara sederhana yang bisa Bunda lakukan adalah dengan memberikan anak sarapan setiap pagi.

6. Membiasakan anak ke toilet

Toilet training atau membiasakan anak ke toilet baik dilakukan, terutama setelah ia makan atau saat anak merasa ingin buang air besar (BAB).

Tak jarang, anak-anak menahan untuk pergi ke toilet, karena takut ke toilet sendiri atau tidak nyaman dengan kondisi toilet. Jadi, pastikan anak tidak menahan BAB agar tinjanya tidak mengeras dan sulit dikeluarkan ya, Bun.(Dilansir dari Alodokter.com)