Generasi Teknologi Tak Harus Tinggalkan Tradisi
P5 dapat dikembangkan sekolah melalui sembilan tema pilihan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah.
Salah satu tema pilihan yang menarik dalam P5 adalah Kearifan Lokal.
Kearifan lokal sering dikaitkan dengan perilaku tradisional masyarakat, lalu Mengapa kearifan lokal bisa menjadi salah satu tema dalam P5? Bukankah kurikulum merdeka dikembangkan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan modernisasi dan teknologi saat ini?
Pesatnya arus informasi membuat generasi muda lebih mudah menerima budaya luar yang dianggapnya keren, seperti gaya hidup K-POP dan kebarat-baratan.
Kearifan lokal sedikit demi sedikit mulai tergeser keberadaannya karena generasi muda enggan untuk sekedar mengenal tradisi dan adat yang dianggapnya ketinggalan zaman itu.
Menurut salah satu artikel yang dirilis cnnindonesia.com, Kearifan lokal bukan sekedar warisan masa lalu, tetapi juga sebuah pandangan hidup yang merangkul kebijaksanaan dan norma yang telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk kearifan lokal pun beragam mulai dari upacara adat hingga sikap dan perilaku. Berdasarkan pemahaman ini kita bisa menyimpulkan bahwa kearifan lokal penting keberadaannya sebagai pedoman untuk memilah berbagai informasi yang di dapat peserta didik melalui teknologi agar tetap tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berbudaya.
Keberadaan kearifan lokal memang belum sepenuhnya hilang dalam masyarakat, akan tetapi kearifan lokal yang masih dilaksanakan terkadang hanya sekedar menjadi kebiasaan saja tanpa dipahami lebih dalam filosofi dan maknanya oleh generasi muda.
Untuk itu, melestarikan kearifan lokal tidak cukup hanya dengan tetap melaksanakannya saja, melainkan dengan mengkaji lebih dalam melalui kegiatan projek agar nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal tersebut tetap mengakar dan tidak kehilangan arah.
Kegiatan projek kearifan lokal akhirnya dapat memancing peserta didik untuk berpikir kritis tentang bagaimana caranya menampilkan wajah baru kearifan lokal dalam kemasan yang lebih modern.
Kearifal lokal yang masuk ke dalam salah satu tema dalam P5 pada kurikulum merdeka membuka kesempatan bagi peserta didik, guru, dan masyarakat untuk saling bersinergi melestarikannya agar tidak tergerus zaman.
Generasi muda yang modern tidak harus meninggalkan tradisi, tetapi tradisi harus menjadi pedoman dalam menghadapi arus modernisasi dan teknologi yang pesat.
Alffy Rev menjadi salah satu contoh generasi muda yang memanfaatkan modernisasi untuk mengemas kearifan lokal menjadi sesuatu yang baru.
Alffy berhasil menunjukan kepada ribuan generasi muda bahwa untuk menjadi viral, eksis, gaul, dan keren tidak harus selalu dengan tampil modern atau kebarat-baratan.
Ayu Suminar, S.Pd, Guru Seni Budaya, SMP N 1 Tukak Sadai

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.