“Sejak adanya aktivitas tambang di DAM Pemali air menjadi keruh agar air tetap jernih ke pelanggan kita harus merogoh kocek tambahan tiga juta rupiah tiap hari agar air bisa tetap bening ke pelanggan,” terangnya.

Abdi mengakui para penambang ini memang sangat membandel. Karena sudah beberapa kali dilakukan penertiban oleh Aparat Penegak Hukum (APH) namun para penambang masih terus melakukan aktivitasnya.

“Tapi penambang ini membandel dan beruang kali setelah dirazia kembali beraktivitas di DAM Pemali, kita tidak tahu mau ngadu kemana lagi. Sebab PDAM Tirta Bangka tidak memilki wewenang menghentikan mereka,” keluhnya.(**)

Baca Juga  Polres Bangka Ungkap Kasus Perdagangan Bayi asal Palu, Dijual Seharga Rp25 Juta