“Memang di kalangan siswa sudah heboh, ditambah- tambahkan kalau ada nemu orang keguguran di WC sekolah. Ini saya mau cari siapa yang menyebar info hoaks ini,” katanya.

Dia sempat memperingatkan para siswi untuk tidak seenaknya membuang pembalut ke WC. Sehingga atas inisiatifnya, Jum’at besok (1/12/2023) semua murid akan dikumpulkan untuk diberikan pembinaan terkait masalah kebersihan lingkungan sekolah.

Namun, belum sempat mengumpulkan anak didiknya, informasi tersebut sudah menyebar luas di kalangan masyarakat mengenai informasi penemuan bayi dalam kondisi berdarah di WC sekolah.

“Saya tadinya cuma tau di sekitar anak- anak saja informasinya. Ternyata menyebar sampai ke masyarakat. Kami minta maaf atas informasi ini,” ujarnya.

Baca Juga  Polresta Pangkalpinang Gelar Penyuluhan, Ajak Warga Jaga Keamanan Lingkungan dan Sukseskan Pemilu 2024

Baban menambahkan memang saat ini kondisi sekolah memang dalam krisis air. Sehingga para siswa diimbau membawa air dalam kemasan botol untuk keperluan MCK. Dalam kondisi krisis air saat ini, banyak WC dalam keadaan kotor dan bau.

“Iya sudah kita minta anak-anak untuk bawa air. Tapi tidak semua. Karena lagi musim susah air ini. Tapi WC itu yang kemarin ditemukan ada darah sudah dibersihkan oleh penjaga sekolah,” katanya. (**)