Edi mengutarakan, dengan dari data yang ada di DPKP Babel, pihaknya optimis sampai Desember 2023 nanti target itu tercapai.

“Karena Januari-April kita bisa mencapai akumulasi penanaman di angka 2.664,3 hektare. Kemudian Mei-Agustus 3.639,4 hektare, September-Desember ini 5.000-6000 hektar itu dapat. Kalo akumulasi 4 bulan 4 bulan itu dapat target yang diminta oleh pusat,” jelasnya.

Edi bilang, strategi untuk mengejar target itu, bisa dengan dua kali tanam atau lebih, sebab indeks pertanaman (IP) itu bisa empat kali tanam dalam satu tahun, namun Babel hanya bisa dua kali tanam dalam setahun.

“Kalo dua kali nanam ya lebih banyak lagi, IP itu ada sampai empat kali tanam, setahun dengan jenis varietas yang cepat irigasi terus menerus di beberapa daerah itu bisa IP 400 untuk areal tertentu. Di kita masih sekali atau dua kali tanam,” tuturnya.

Baca Juga  Yang Muda yang Berjaya

Kemudian menurut Edi, jika 12.108 hektare lahan sawah itu menghasilkan misalnya 4 ton beras, angka itu masih jauh untuk mencukupi kebutuhan beras lokal Babel.

Dari 4 ton beras itu diprediksikan mencapai sekitar 27 persen, sementara kebutuhan beras Babel 176 ton pertahun dan itu dipasok dari luar.

“Kita baru mencukupi itu 48 ribu ton, itu angka dari 12 ribu kali 4 empat ton beras misalnya, dibagi 176 ton andil kita baru 27 persen. Ini yang terus kita tingkatkan, jangan menghayal 100 persen, karena kita bukan daerah sentra. Harapan kita ya meningkat dari 27, 30, 40 persen,” pungkasnya.