TIMELINES.ID- Brand storytelling merupakan strategi marketing yang fokus buat ngebangun kedekatan sama konsumen, terutama dari segi psikologis dan emosional.

Konsep ini menggunakan cerita buat menciptakan hubungan yang emosional dan didasarkan pada nilai antara konsumen dan brand tersebut. Cerita yang paling kuat itu adalah cerita yang otentik dan terhubung sama value brand.

Konsumen yang terpengaruh sama cerita yang lo bawa akan menjadikan brand lo sebagai top of mind di antara produk-produk sejenis lainnya. Soalnya, mereka merasa punya ikatan emosional sama brand lo setelah mendengar atau melihat cerita tersebut.

Terus, gimana ya caranya bikin brand storytelling yang otentik dan kuat? Simak tipsnya berikut ini

Fokus pada ‘Kenapa’

Dalam ngebangun konsep brand storytelling, fokuslah pada narasi tentang ‘kenapa’ dari brand lo. Berbagi cerita yang punya tujuan bakal menarik audiens yang punya keyakinan yang sama dengan brand lo.

Baca Juga  Rekomendasi Handphone POCO 2 Jutaan Terbaik untuk Main Games

Jadi, penting banget buat fokus pada pertanyaan ‘kenapa’ buat ngembangin pertanyaan ‘bagaimana’ dan ‘apa’ dari brand lo.

Pahami Kebutuhan Pelanggan

Karena cerita yang bakal lo bangun ini bakal ‘dikonsumsi’ sama audiens atau target market, jadi penting banget buat memahami kebutuhan pelanggan terlebih dahulu.

Nah, kalau udah lo tentuin, posisikan brand lo sebagai ‘pahlawan’ yang bakal memenuhi kebutuhan tersebut. Pada akhirnya, audiens bakal ngerasa terikat sama brand lo karena menganggap bahwa produk itu bisa ngatasi masalah mereka.