Kumpulkan informasi yang kredibel, untuk mencegah bias atau prasangka. Ajukan pertanyaan yang tepat yang akan membawamu pada jawaban yang tepat pula.

Selalu melihat dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hal ini penting saat mencari solusi. Jelajahi semua pilihan jawaban, kemudian pikirkan secara matang sampai kamu menemukan kesimpulan. Kamu pun bisa baca artikel ini untuk info lebih lengkap: Apa Itu Berpikir Kritis? Ini Manfaat dan Cara Mengasahnya.

Apa Itu Overthinking?

Jika berpikir kritis merupakan sebuah keterampilan, overthinking justru sebuah gangguan berpikir.

Overthinking melibatkan pemikiran tentang topik atau situasi tertentu secara berlebihan, dan menganalisa dengan cara yang tidak efektif.

Ketika overthinking berlebihan, kamu justru akan kesulitan berpikir fokus pada hal lain. Hal tersebut justru akan menghambatmu untuk melakukan hal lain.

Baca Juga  5 Tips Mengatasi Overthinking yang Bisa Diterapkan Sehari-hari

Melansir jurnal di ScienceDirect, sebuah penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak berpikir atau overthinking berkaitan dengan gangguan kesehatan mental. Seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Berikut ini ciri-ciri overthinking  yang perlu kamu kenali:

●Tidak mampu memikirkan hal lain.
●Tak bisa santai.
●Selalu merasa khawatir atau cemas.
●Merasa segalanya di luar kendali.
●Kerap merasa lelah secara mental.
●Memiliki banyak pikiran negatif.
●Selalu memutar ulang situasi atau pengalaman dalam pikiran.
●Menebak-nebak keputusan.
●Selalu memikirkan kemungkinan terburuk.

Overthinking bisa berdampak pada kesehatan mental. Selain itu, kondisi stres, depresi, dan kecemasan dapat membuat orang lebih rentan untuk berpikir secara berlebihan.

Ibarat “lingkaran setan”, pemikiran yang berlebihan itu pada akhirnya kembali memicu stres, kecemasan, dan depresi yang lebih buruk.

Baca Juga  Hindari Perilaku Ini Agar Anak Tetap Percaya Diri

Ada beberapa cara untuk mengatasi overthinking, yaitu:

●Tantang atau cegah pikiran negatif menguasaimu.
●Latih keterampilan interpersonal.
●Coba latih penerimaan diri.
●Dapatkan pertolongan profesional dan terapi.
(Dilansir dari Halodoc.com)