Bunda Wajib Tahu Ini Cara Membedakan Muntah pada Bayi yang Normal dan Abnormal
●Muntahan bayi berwarna kuning kehijauan
●Muntah diiringi dengan demam, pembengkakan perut, atau sakit perut yang parah
●Muntah terjadi lebih dari sekali setelah mengalami cedera kepala, seperti kepala terbentur atau jatuh
●Terdapat banyak darah pada muntahan
●Muntah dalam jumlah banyak dan terus-menerus
●Muntah berlangsung lebih dari 1 hari
●Muntah diiringi menguningnya kulit dan mata bayi
Jika Anda menemui tanda-tanda di atas, segera bawa Si Kecil ke rumah sakit. Muntah pada bayi yang tidak normal umumnya disebabkan oleh gangguan kesehatan yang harus diperiksakan dan ditangani oleh dokter. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:
●Keracunan makanan
●Infeksi virus atau bakteri
●Infeksi saluran pernapasan
●Infeksi telinga
●Pneumonia
●Hepatitis
●Radang usus buntu
●Penyumbatan saluran cerna, misalnya karena intususepsi atau stenosis pilorus
●Meningitis
●Gegar otak
Cara Mencegah dan Mengatasi Muntah pada Bayi
Muntah yang normal pada bayi bisa dicegah jika orang tua membantunya “mencerna” susu dengan lebih baik setelah menyusu. Usai minum susu, jangan langsung membaringkan bayi di tempat tidurnya.
Lebih baik, gendong bayi selama 30 menit dengan posisi tubuh ia tegak, agar susu bisa turun sepenuhnya ke lambung dan bertahan di sana. Selain itu, biasakan untuk selalu menyendawakan bayi sehabis mengonsumsi apa pun.
Jika bayi mengalami muntah-muntah yang cukup sering, hal pertama yang penting dilakukan adalah memastikannya mendapatkan cairan yang cukup, agar terhindar dari dehidrasi dan kekurangan energi.
Jika muntah tidak terlihat berbahaya dan masih berlangsung kurang dari 24 jam, ada beberapa langkah awal untuk menangani muntah pada bayi yang bisa dilakukan di rumah, di antaranya:
●Cegah dehidrasi dengan memberikan bayi cairan elektrolit atau larutan oralit secara bertahap.
●Jangan paksa bayi untuk minum apa pun ketika ia masih muntah setiap 5–10 menit. Berikan 1–2 sendok teh saja setiap 10 menit atau setiap ia muntah.
●Jika bayi sudah bisa menerima cairan elektrolit dengan lebih baik, lanjutkan dengan pemberian susu formula atau ASI sedikit demi sedikit.
●Jangan memberikan air putih, kaldu ayam, atau minuman berkarbonasi karena tidak dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan saat dehidrasi.
●Jangan memberikan bayi jus buah karena bisa memperparah keadaannya, terutama jika bayi juga mengalami diare.
Jika bayi masih muntah-muntah hingga lebih dari 24 jam atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih sedikit, mulut kering, menangis tanpa air mata, bernapas cepat, atau mengantuk, segera bawa ke dokter atau IGD untuk mendapatkan penanganan.(Dilansir dari Alodokter.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.