Gejala burning mouth syndrome berbeda-beda pada setiap orang. Secara umum, beberapa gejala yang ditimbulkan oleh sindrom ini adalah:

●Sensasi panas dalam mulut yang mereda setelah memulai makan atau minum.
●Kesulitan menelan.
●Perasaan kering di mulut.
●Sakit tenggorokan.
●Ketidaknyamanan atau kesulitan dalam merasakan makanan.
●Mati rasa atau kesemutan pada lidah yang bersifat sementara.

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul dengan karakteristik sebagai berikut:

●Muncul setiap harinya dengan tingkat keparahan yang rendah di pagi hari, namun semakin memburuk di sore dan malam hari.
●Hilang dan kembali muncul sepanjang hari.
●Gejala muncul secara langsung di pagi hari dan tetap berlangsung pada intensitas sedang hingga parah sepanjang hari.

Baca Juga  Mulut Sering Terasa Pahit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diagnosis Sindrom Mulut Terbakar

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) tentang gejala serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang untuk mencari tahu penyebab serta menentukan rencana pengobatan yang tepat.

Adapun beberapa pilihan pemeriksaan yang biasanya ditujukan pada pasien sindrom mulut terbakar adalah sebagai berikut:

●Tes darah.
●Biopsi mulut.
●Tes alergi.
●Tes GERD.
●CT scan atau MRI.
●Tes psikologi.

Cara Mengatasi Sindrom Mulut Terbakar

Cara mengatasi sindrom mulut terbakar akan disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut masing-masing penjelasannya.

A. Perawatan Sindrom Mulut Terbakar Tipe Primer

Apabila tidak disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, biasanya sindrom ini dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, penderita bisa melakukan beberapa upaya berikut untuk meredakan gejalanya:

Baca Juga  3 Tips Menghilangkan Bekas Luka yang Sulit Hilang

●Minum minuman yang dingin.
●Jauhi makanan dan minuman yang memiliki suhu tinggi, rasa pedas, dan keasaman, serta hindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok.
●Gunakan pasta dan sikat gigi yang dirancang khusus untuk gigi sensitif.
●Mengelola stres dengan baik karena stres dapat menjadi pemicu burning mouth syndrome melalui kegiatan, seperti yoga, olahraga, dan meditasi.

B. Perawatan Sindrom Mulut Terbakar Tipe Sekunder

Pada kasus sindrom mulut terbakar tipe sekunder, perawatan ditujukan untuk mengobati masalah medis yang mendasarinya. Misalnya, jika terjadinya sensasi terbakar di mulut disebabkan oleh alergi, maka dokter kemungkinan akan meresepkan obat antialergi sebagai langkah untuk mengatasi masalah tersebut.(Dilansir dari Siloamhospitals.com)