“Kita ingin tradisi ini terus dikenang dan menjadi aset budaya kita. Jangan sampai tradisi ini hilang. Karenanya saya mengajak seluruh masyarakat di Dusun Ranggi, Desa Ranggi Asam untuk terus melestarikan tradisi sunatan massal ini,” kata H Sukirman.

Sekadar diketahui, sebelum metode sunat moderen populer seperti sekarang, para peserta akan direndam di dalam air selama 3 hari sebelum mereka memasuki prosesi sunat. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit saat proses khitan berjalan.

Cara tradisional ini masih terus dijaga dan dilakukan hingga saat ini. Setiap tahun secara kontinyu terus dilakukan pesta adat khitanan massal itu. Karena selain memperkaya adat dan budaya daerah, kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik pelancong datang.

Baca Juga  Markus Kembali Rombak Posisi Pejabat Struktural di lingkungan Pemda Babar