Yolanda Saputri dalam komentarnya merasa sedih setelah mendengar RS lBT Sungailiat tidak lagi melayani peserta BPJS Kesehatan.

Dirinya yang sejak 2014 pertama kalinya menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di RSBT Sungailiat merasa puas dilayani dengan baik.

“Bace berita ni ku sedih, program BPJS yang pertama kali masuk ke bangka tu tahun 2014 bulan April. Yang nampung dan ngeberlakukan rumah sakit Medika Stania ni yang di Sungailiat baru e. Dan pelayanan bagus banget, karena kami ngrase sendiri pada saat almarhum Ibu kami sakit masuk bulan April 2014 emang prosedurnya gak serumit tu dari rumah sakit mitra bpjs lain e,” ujarnya.

“Yang sepengalaman ku di RS lain e ngurusin berkas administrasi e dulu baru di tangani pasien e, padahal tu sedang di IGD. Kalo di Rumah sakit Medika Stania Sungailiat ni keadaan pasien di utamakan dulu, masalah administrasi kite di bantu untuk di arahkan ke bpjs atau jasa Raharja kalo kecelakaan. Intinya RS Medika Stania Sungailiat ni swasta tapi rasa RSUD dari pelayanan e attitude perawat dan dokter e pokok e the best,” sambung Yolan.

Baca Juga  Terkuak! Ternyata Ini Penyebab BPJS Kesehatan Putuskan Kontrak dengan RSBT Sungailiat

Senada pemilik akun Facebooknya Uly Wattiana berkomentar pelayanan BPJS Kesehatan di RSBT Sungailiat sangat bagus. Dirinya pun ikut menyayangkan kebijakan penghentian kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan berharap atuannya bisa direvisi ulang.

“BPJS Kesehatan padahal pelayanan BPJS di RSBT Sungailiat  bagus, sayang kalau di cabut dari RSBT Sungailiat. Semoga peraturannya bisa direvisi ulang, selama ini nggak ada keluhan dari pasien, masyarakat yang terkena imbasnya,” komentarnya.

Pemilik Akun bernama Akbar mengatakan kebijakan ini disebabkan sebuah permasalahan yang berimbas pada orang banyak.

“Gara gara akar, batang dan ranting jadi tumbang hanya dengan setiup angin,”ujarnya.(east)