“Meskipun demikian, permasalahan stunting ini, bukan masalah per OPD saja, tetapi seperti kata Pak Bupati bahwa ini adalah tanggung jawab semua pihak, mulai dari OPD, UPT Puskesmas, kecamatan, kelurahan bahkan pemdes juga ikut andil dalam mempercepat penurunan angka stunting tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan data di Basel terdapat 84 anak stunting, dengan begitu dari total 8 Kecamatan di Basel terdapat 4 kecamatan yang sudah menjalankan inovasi Bapak dan Bunda Asuh guna mempercepat penurunan angka stunting di Basel.

“Allhamdulillah, dengan adanya setiap OPD menjadi orang tua asuh progres pada semester dua ini progresnya terbilang lumayan yakni turun secara signifikan di bawah 23 persen dan kali bisa di angka 14 persen,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Bangka Selatan Raih Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum 2025

Sementara itu, Tim Pakar Gizi Emilia menuturkan, dilihat dari laporan audit Basel saat ini memang progres penanganan stunting cukup bagus, di mana hal itu dari hasil screening yang dilakukan.

“Saya tidak bisa mengatakan signifikan, tetapi kalau dari hasil audit memang terbilang cukup bagus gizinya. Adapun indikator yang dibilang cukup bagus itu, berdasarkan gizinya. Mulai dari tinggi badan menurut umur,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, bahwa kegiatan audit ini sudah berjalan 2 tahun dan memang fokusnya pada ibu usia muda, serta dari anak-anak yang dilahirkan memang gizinya cukup bagus, mulai dari berat badan, tinggi badan cukup bagus.

“Dari hasil audit, terlihat inovasi yang dilakukan oleh satker maupun pihak terkait memang sudah mendapatkan hasil yang bagus, jadi kami mengimbau agar sedikit lebih meningkat lagi intervensi ke bawahnya guna mempercepat penurunan stunting di Basel,” tutupnya.

Baca Juga  Kapolres dan Dandim Basel Pantau Langsung Pengamanan Ibadah Paskah