“Bukan hanya sekadar hidup saja tetapi secara estetika kelihatan bagus, kedua dari sisi ekonominya berdampak luas untuk masyarakat. Dan pasti ada nilai sejarahnya juga yang kita angkat. Yang inilah maksud saya masuk masterplan dari Teluk Rubiah sampai Batu Rakit kemarin,” katanya.

Di samping itu, Pemda Babar juga akan melakukan penataan kawasan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Kelurahan Tanjung menjadi Kampung Nelayan Maju (Kalaju). Bagaimana melakukan penataan masyarakat di sana yang tidak punya sertifikat tanah selama ini.

“Kemudian daerah itu juga sering banjir sehingga membuat kita berencana akan merelokasi masyarakat di suatu tempat yang akan disiapkan lebih humanis, layak dihuni dan ramah untuk lingkungan, anak-anaknya. Ibu-ibu juga terlibat dalam geliat ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga  Riyo Hadi Optimis Bersanding Kembali Menang di Pilkada Babar

“Siapa tahu juga mereka bisa gandeng ke sebuah lapangan pekerjaan yang sedang disiapkan juga di pelabuhan lama itu. Jadi ini juga ada keterkaitan dengan Pasar Mentok agar nyambung ke industri perikanan yang ada di Batu Rakit,” ungkap dia.

Dengan begitu, lanjut Bong Ming Ming, barang hasil dagangan yang tidak laku pada hari itu dapat dialihkan pedagang di Pasar Mentok ke industri perikanan. Untuk mewujudkan rencana baik dari pemerintah daerah ini, ia harap seluruh pihak dapat mendukung, khususnya masyarakat. (**)