Daripada memberikan hukuman dan bentakan yang keras, lebih baik tunjukkan kekecewaan kepada anak. Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Mama tidak menyangka kamu menonton video yang seperti ini.”

Kalimat semacam itu setidaknya dapat menimbulkan rasa bersalah dalam diri anak. Harapannya, ia kemudian berusaha untuk menghindari hal-hal semacam itu agar Anda tidak kecewa padanya.

5. Berikan kepercayaan pada anak

Anda tentu merasa sangat khawatir ketika memergoki anak menonton film porno, bukan?. Berbagai dugaan kemudian muncul di benak Anda dan bertanya-tanya, “Apakah anak saya sudah kecanduan?”

Wajar jika Anda merasa demikian. Namun, sebaiknya hindarilah berburuk sangka dan menuduh anak sembarangan. Berikan ia kepercayaan dan kesempatan untuk membuktikan bahwa hal itu tidak akan terulang lagi.

Baca Juga  Polri Resmi Bentuk Satgas TPPO, Ini Susunannya?

6. Ajari anak cara bermain internet yang aman

Kebanyakan konten porno lebih mudah didapatkan melalui internet. Ada kemungkinan ia tidak berniat menonton konten tersebut. 

Namun, ia bisa tidak sengaja menontonnya karena diarahkan oleh tautan tertentu. Oleh karena itu, ajarilah mereka cara menggunakan internet yang aman.

Beritahu anak untuk tidak mengklik link sembarangan. Peringati pula untuk tidak berinteraksi dengan akun-akun asing di dunia maya.

7. Lakukan pembersihan di gadget anak

Jika anak bisa menonton film porno di gawai mereka, bukan tidak mungkin hal itu dapat terulang lagi, baik sengaja maupun tidak sengaja.

Bahkan, bisa jadi ia sudah terjebak dan terus menerus dikirimi sajian porno secara otomatis.

Baca Juga  Tampil Berbeda Wajah dan Ekspresi Unik Komeng jadi Perhatian di Pemilu 2024

Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera melakukan pembersihan. Anda bisa melakukannya sendiri atau meminta bantuan orang yang lebih ahli.

8. Tingkatkan keamanan akses internet

Agar masalah ini tidak terulang lagi, cobalah memperketat keamanan akses internet anak.

Berikut beberapa saran cara untuk memastikan keamanan anak ketika membuka internet.

●Memblokir situs-situs mesum di mesin pencari.
●Menduplikasi akun-akun anak pada perangkat Anda agar bisa dipantau interaksinya.
●Membatasi akses internet hanya di ruangan keluarga.
●Memasang password yang tidak diketahui anak sehingga ia hanya bisa mengakses internet atas persetujuan Anda.

9. Evaluasi pergaulan anak

Memasuki usia remaja, anak menjadi semakin akrab dengan orang-orang di luar rumah seperti teman sekolah, tetangga, dan sebagainya. 

Baca Juga  Tiga Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Wilayah Jawa Timur dan NTB

Anak bisa saja mendapati konten porno dari teman atau dari orang yang umurnya lebih tua. Jika ia mendapatkan konten porno dari orang-orang tersebut, sebaiknya Anda batasi pergaulan anak dengan mereka.

Selanjutnya, perkenalkan atau arahkan ia bergaul dengan teman-teman baru yang menurut Anda lebih terpercaya.(Dilansir dari Hellosehat.com)