“Tentu supportnya kita mempermudah usaha. Kita juga mengawal dari perusahaan dan dirjen kami menyiapkan insentif yang bisa kita siapkan ini sebagai pioneer pertama membangun smelter titanium di Indonesia,” ujarnya.

Agus berharap ke depan terjadi perkembangan investor investor dalam membangun pohon pohon industri hilirisasi. Karena menurutnya ketika ada permintaan yang membutuhkan turunan lebih hilir lagi maka dapat menjaga ekosistem usaha.

“Produknya berupa titanium. Ke depan nanti jika ada perusahaan yang membutuhkan produk lebih hilir lagi seperti baterai, alat kesehatan, outomotif, perkapalan, pesawat terbang bisa kita penuhi sehingga ekosistem usaha ini akan bisa terjaga,” jelasnya.

Dia juga berharap ke depan tidak ada lagi bahan baku mineral ikutan keluar dari Bangka Belitung setelah hadirnya smelter hilirisasi turunan dari timah hadir di Bangka Belitung.

Baca Juga  Penambang di Kolong Dam 1 Pemali Ngaku Bekerja atas Perintah Bos

“Harusnya tidak ada lagi bahan baku yang keluar. Kita harap begitu, kan sudah ada aturannya,” tukasnya.(east)