Niko memaparkan, saat ini produksi telur ayam sekitar 450-470 perhari dari total 500 ayam. Selain itu, untuk perawatan ayam petelur itu harus sangat detail, sehingga tidak boleh stres, terutama saat cuaca tidak menentu.

“Alhamdulillah saat ini produksi lancar, dan kami kekurangan produksi telur sedangkan permintaan banyak,” terangnya.

Ke depan, jika ada tambahan modal lagi ia akan kembali mengembangkan usahanya, guna memenuhi kebutuhan pelanggannya. Sebab saat dirinya belum bisa memenuhi kebutuhan para pelanggan.

“Saat ini kita ada 500 ayam, dari mulai anakan ayam hingga usia 4 bulan bisa menghabiskan modal sekitar Rp50 juta itu hanya untuk ayam dan pakan tidak termasuk kandang,” bebernya.

Baca Juga  Dukung Perkembangan Ekonomi Kreatif di Belitung Timur, PT Timah Serahkan Bantuan untuk Teras Manggar

Ia berharap, ke depan PT Timah Tbk terus mendukung pengusaha kecil seperti mereka, karena dirasakan sekali manfaatnya untuk membantu mengembangkan usaha.

“Alhamdulillah bantuan PT Timah Tbk sangat membantu modal kami, untuk kami mengembangkan usaha ayam dan sedikit ke toko,” tandasnya. (**)