Riama menyebut sejak beberapa dekade modernisasi yang memunculkan sumber-sumber kekayaan baru di luar prediksi telah melahirkan korupsi di negara-negara berkembang.

Tidak bisa dipungkiri bahaya korupsi mengganggu pertumbuhan ekonomi, meruntuhkan kepercayaan kepada institusi negara, memperlebar jurang ketimpangan sosial dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi.

Pesan integritas dari kami, “Di mana ada kewenangan, di situ ada celah untuk menyalahgunakannya, terutama untuk memperkaya diri sendiri. Tinggal kita mau jadi orang berintegritas atau tunduk pada kekuasaan uang,” imbuh Riama

Seiring dengan itu, pendidikan integritas anti korupsi perlu diperkuat dengan deseminasi nilai-nilai kejujuran dan keteladanan.

Pencegahan korupsi harus melibatkan keluarga sebagai benteng integritas.

Korupsi tidak diragukan adalah dosa menurut agama, mengusik ketenangan keluarga dan tanpa disadari melikuidasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bangsa.

Baca Juga  Konflik Lahan di Sadai Kembali Memanas, Puluhan Warga Ngadu ke Polres Basel

Perbuatan koruptif merupakan perbuatan mengkhianati Pancasila sebagai dasar kerohanian negara.

“Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mengampanyekan gerakan antikorupsi dalam rangka Hari Antikorupsi 2023 yang bertemakan “Sinergi Berantas Korupsi, Untuk Indonesia Maju”. khususnya Badan Kesbangpol Kabupaten Bangka selatan yang telah membantu mensosialisasikan ke seluruh OPD dan desa,” pungkas Riama.