Pemprov Babel Raih Penghargaan di Peringatan Hari HAM Sedunia ke-75
Menurut Yasonna, keberagaman budaya, agama, dan tradisi menjadi kekuatan dinamis yang memperkaya bangsa ini. Perayaan mozaik keberagaman juga menjadi panggilan untuk memerangi diskriminasi, prasangka, intoleransi, dan ketidaksetaraan.
“Melalui upaya dan program yang terus dilaksanakan, kita bersama-sama menciptakan masyarakat di mana setiap individu, tanpa memandang jenis kelamin, agama, atau status sosial ekonomi, dapat berkembang dan berkontribusi,” ujarnya.
Partisipasi aktif semua lapisan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan menjadi kunci untuk memastikan keharmonisan dalam keberagaman. Ini merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kerja keras dan keterlibatan semua pihak.
Sebagai refleksi dari mandat Undang-Undang Dasar, Pemerintah Republik Indonesia dihadapkan pada tanggung jawabnya untuk melaksanakan kewajiban di bidang hak asasi manusia dengan sungguh-sungguh. Melalui langkah-langkah ini, bangsa ini dapat membangun fondasi kuat untuk memastikan hak asasi manusia diberlakukan dan dihormati dalam semua aspek kehidupan bangsa ini.
Peringatan Hari HAM Sedunia ke-75 pada tahun ini mengambil tema harmoni dalam keberagaman, yang diselenggarakan atas kerjasama antara Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Komnas HAM, yang rangkaian kegiatannya telah dimulai sejak bulan Agustus 2023.(**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.