BANGKA, TIMELINES.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan desiminasi hasil pengukuran dan publikasi data stunting tahun 2023. Tercatat terjadi penurunan prevalensi stunting pada balita dari 1,34 persen menjadi 1,333 pada tahun 2023 sebanyak 320 orang anak balita di Indonesia.

Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Drs. H. Andi Hudirman saat membuka kegiatan di Novilla Boutique Resort Sungailiat, Selasa (12/12/2023). Menurut Andi, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang.

“Kedua penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh, pola makan dan sanitasi yang tidak layak, terutama terjadi dalam seribu hari pertama kehidupan dan masa persiapan sebelum menjadi calon ibu yaitu remaja putri,” ujar Sekda Bangka Andi Hudirman.

Baca Juga  Wujudkan Zero Stunting, Dinkes Bangka Terjunkan Dokter Spesialis Anak

Dia berharap informasi hasil pengukuran data stunting juga desemilasi ada perlu dipublikasikan mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai Kabupaten serta dipublikasikan juga pada saluran informasi media elektronik maupun media sosial.

Data ini kemudian dapat dipakai menjadi dasar penyusunan secara lebih terinci kegiatan terkait stunting yang akan dilaksanakan selama bulan berjalan, menggalang kerjasama dan koordinasi antara lintas program dengan lintas sektor OPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting(TPPS) Kabupaten Bangka.

Menurutnya pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka sebagai penanggung jawab pengukuran dan publikasi telah melakukan pengukuran status gizi secara rutin terutama stunting pada balita. Data pengukuran tinggi badan balita diinput dalam aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM).

Baca Juga  75 Persen Kamar Hotel Tanjung Pesona sudah Dibooking Peserta Triathlon 2023