Menurut Mikron, potensi bencana di Babel masih hidrometrologi  seperti banjir yang ada 33 titik lokasi. Dari 33 titik lokasi rawan banjir tersebut, Kota Pangkalpinang paling rawan karena ada 9 lokasi dan Bangka Barat 5 titik lokasi.

Sedangkan kabupaten lainnya ada Bangka Tengah 4 lokasi, Belitung 3 lokasi, Belitung timur ada 3 lokasi, Bangka Selatan 5 lokasi dan Kabupaten Bangka juga ada 4 titik lokasi yang rawan banjir.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga dominan jadi penyebab bencana di Babel karena Babel masuk daerah kepulauan yang tanpa diduga suatu waktu cuaca bisa berubah sehingga menyebabkan hujan deras, petir dan tanah longsor di daerah pertambangan.

“Cuaca ekstrem seperti abrasi pantai, ombak besar, angin, bencana itu yang selama ini menerpa Babel selain banjir. Meski demikian alhamdulillah belum ada bencana yang tidak selesai kita tangani, semuanya selesai kita tangani dengan koordinasi bersama pihak terkait,” ujarnya. (**)

Baca Juga  Serahkan E-KTP di SMK Negeri 1 Pangkalpinang, Molen: Lewat KTP Mereka Sudah Memiliki Peran Dalam Menentukan Masa Depan