Jadi, sebaiknya jawab pertanyaannya dengan jawaban yang sederhana, seperti ‘orang itu tidak memiliki tempat tinggal dan uang’. Tekankan juga padanya, bahwa ia sangat beruntung untuk bisa tidur di dalam rumah.

Anda juga bisa mengatakan bahwa ada teman-temannya di luar sana yang kurang beruntung, dari hal ini Anda dapat mulai membangun bela rasa si kecil.

2. Berikan contoh yang nyata

Tidak cukup satu contoh untuk membuat si kecil mengerti, Anda bisa memberikannya kasus lain. Misalnya, ketika ada berita bencana alam dari suatu daerah, kemudian menyoroti para pengungsi dari kejadian tersebut.

Nah, ketika si anak melihat hal tersebut, Anda dapat mengatakan padanya bahwa ia lagi-lagi beruntung memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang sedang tertimpa bencana itu.

Baca Juga  Buka Puasa Sehat Minum Air Dingin atau Hangat? Simak Penjelasannya

Selanjutnya, Anda dapat mulai ‘memancing’ rasa empatinya dengan menanyakan, apa yang seharusnya ia lakukan jika ia melihat kejadian seperti itu. Arahkan ia untuk memberikan bantuan dan pertolongan.

3. Waktunya beraksi dengan si kecil

Langkah berikutnya, Anda bisa mengajak si kecil untuk melakukan aksi yang nyata. Misalnya, untuk membantu korban bencana alam, Anda dapat mengajaknya untuk mengumpulkan mainannya yang sudah tak terpakai untuk disumbangkan.

Kali ini, biarkan ia memilih dan mengatur barang mana saja yang harus ia kumpulkan untuk teman-temannya yang sedang kesusahan tersebut.

Atau, Anda juga bisa mengajaknya untuk menolong orang yang sebelumnya ia lihat tidur di pinggir jalan. Ajak juga si kecil untuk mengumpulkan berbagai barang yang sebaiknya diberikan pada orang tersebut.(Dilansir dari Hellosehat.com)