Puisi cinta romantis selanjutnya adalah karya Dewi Lestari atau yang akrab disapa Dee. Ia dikenal sebagai novelis yang telah menerbitkan berbagai karya fenomenal, seperti seri Supernova, Perahu kertas serta kumpulan cerpen Filosofi Kopi yang telah sukses diadaptasi dalam sebuah film.

2. Aku ingin – Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Mama tentunya tak asing lagi dengan puisi romantis di atas. Puisi berjudul Aku Ingin merupakan salah satu karya Sapardi Djoko Damono yang paling terkenal. Mama dapat menemukan puisi dalam buku kumpulan puisi Hujan Bulan Juni.

Baca Juga  Rapuh

Lewat puisi ini, kita seolah diingatkan bahwa untuk mencintai seseorang bisa dengan kesederhanaan.

3. Barangkali Telah Kuseka Namamu – Goenawan Mohamad

Barangkali telah kuseka namamu
dengan sol sepatu
Seperti dalam perang yang lalu
kauseka namaku

Barangkali kau telah menyeka bukan namaku
Barangkali aku telah menyeka bukan namamu
Barangkali kita malah tak pernah di sini
Hanya hutan, jauh di selatan, hujan pagi

Pada dua bait di atas mengambarkan nuansa kilas balik dan kerinduan sang penyair kepada seseorang yang telah meninggalkan jejak. Penyair tersebut seakan merenungkan kemungkinan hilangnya hubungan dan keberadaan seorang yang dulu dekat dengannya.

Karya puisi Barangkali Telah Kuseka Namamu yang ditulis oleh Goenawan Mohamad atau dikenal sebagai GM merupakan seorang wartawan sekaligus budayawan.
(Dilansir dari popmama.com)