Menurut Dedy, menulis itu adalah kebutuhan, karena nantinya ketika siswa SMA akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, tugas menulis sudah menunggu.

“Jadi mulailah menulis dari sekarang. Tapi jangan lupa, bekal menulis adalah membaca, sehingga awali lebih dahulu dengan membaca,” imbuhnya di hadapan peserta Kemah Blok.

Ia mengajak para peserta nantinya dapat aktif menuliskan kegiatan sekolah dan pramuka untuk dikirimkan ke media di bawah PWI Basel.

Tidak hanya itu, para siswa yang hobi menulis puisi, pantun serta cerpen untuk dapat mengirimkan karyanya agar dipublis di media.

“Selain Khoiriah Apriza dari SMAN 1 Airgegas yang tahun lalu sudah melaunching buku cerpennya bersama Bupati Basel, kita harapkan akan muncul Khoiriah lainnya yang akan mengisi tulisan di dua buku projek PWI Basel,” jelas Dedy.

Baca Juga  Anak Mantan Bupati Bangka Selatan Jadi Tersangka Tipikor SP3AT Fiktif Rp45,9 Miliar

Terpisah, Ketua Majelis Pemimbing Gudep SMAN 1 Airgegas, Samsinar berharap melalui workshop literasi jurnalistik ini para siswa peserta Kemah Blok akan semakin gemar membaca dan menulis.

“Terima kasih PWI Basel, sukses dengan dua projek bukunya dan Semoga budaya literasi di SMAN 1 Airgegas terus tumbuh serta akan muncul penulis baru yang akan mengikuti jejak Khoiriah Apriza,” tutup Samsinar.