Hal ini, dapat membahayakan diri, karena bisa saja dipergunakan untuk tindak kriminal. Sebab, semakin banyak informasi diri yang dibagikan melalui media sosial, maka semakin besar pula tingkat kehati-hatiannya.

“Tidak apa-apa apabila adik-adik mau menjadi selebgram, youtuber, dan sejenisnya. Tapi, saya ingatkan adik-adik untuk jangan latah bermedsos. Semuanya di-upload, karena semakin banyak informasi atau data yang kita bagikan ke medsos, maka kita pun harus semakin berhati-hati,” katanya.

Hadirnya materi-materi yang merambah generasi milenial dan Z ini banyak mendapatkan perhatian siswa dan mahasiswa yang hadir. Mereka menunjukkan antusiasme dengan melayangkan berbagai pertanyaan pada setiap sesi, atau topik yang berbeda kepada masing-masing pemateri yang dihadirkan Diskominfo Babel.

Baca Juga  Gelar Pekan QRIS Nasional, Bank Indonesia Hadirkan Festival Belanja dan Gebyar Pajak

Selain para siswa, dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Pulau Bangka, workshop juga mengikutsertakan beberapa organisasi keperempuanan seperti TP PKP Babel, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Babel, juga organisasi keagamaan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kepulauan Babel.

Adapun materi yang diberikan pada workshop tersebut yaitu penanganan dan pencegahan disinformasi di era manipulasi media digital oleh AKBP Jamal Fathur Rakhman, Kasubdit V Siber Dit Reskrimsus dan Ipda Reza Pahlevi, PS. Panit I Subdit V Siber Dit Reskrimsus.

Kemudian, materi tentang awarness keamanan informasi oleh Riswanto (Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo), literasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi oleh Muhammad Erisco Nurrahman (Kabid E-Government dan Statistik Diskominfo), serta materi kenali media terpercaya supaya bisa saring sebelum sharing oleh Deo Ichdiawan. (Rell/Diskominfo)

Baca Juga  Begini Kata Dirut PT Timah terkait Royalti Naik Progresif 3-10 Persen