Sianosis sentral diakibatkan oleh rendahnya kadar oksigen di dalam darah. Kondisi ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan oksigen atau adanya kondisi medis tertentu yang membuat tubuh tidak bisa mendistribusikan oksigen dengan baik.

Ada beberapa kondisi atau penyakit yang bisa menyebabkan bayi mengalami sianosis sentral, antara lain:

●Penyakit jantung bawaan, misalnya tetralogi Fallot dan sindrom Eisenmenger
●Gangguan pada paru-paru, misalnya atresia paru, pneumonia, emboli paru, dan pembengkakan atau edema paru.
●Asfiksia
●Gangguan hemoglobin, misalnya methemoglobinemia.
●Sianosis perifer

Jika pada sianosis sentral kekurangan oksigen disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen yang terbawa dalam darah, pada sianosis perifer kekurangan oksigen disebabkan oleh buruknya sirkulasi darah.

Pada kondisi ini, ujung tangan dan kaki akan tampak membiru. Sianosis jenis ini biasanya bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

Baca Juga  6 Tanda Kehamilan di Minggu Pertama yang Wajib Diperhatikan

●Dehidrasi berat
●Udara dingin
●Deep vein thrombosis (DVT)
●Syok, misalnya akibat hipovolemia, perdarahan, atau sepsis

Apa pun penyebab dan jenisnya, kondisi bibir bayi hitam merupakan masalah kesehatan yang perlu diperiksa dan ditangani oleh dokter. Jika tidak segera dideteksi dan ditangani oleh dokter, kondisi bibir bayi hitam akibat sianosis berpotensi menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Oleh karena itu, Bunda dan Ayah perlu waspada jika Si Kecil mengalami kondisi ini, terlebih jika ia menunjukkan gejala lain seperti sesak napas, lemas, kejang, kurang mau menyusu, atau jika tumbuh kembangnya bermasalah.

Apabila Si Kecil mengalami kondisi bibir hitam disertai berbagai gejala tersebut, segera bawa ia ke dokter anak agar penyebabnya dapat diketahui dan diberikan penanganan yang tepat.(Dilansir dari Alodokter.com)