Perhatikan apakah kutil mengalami perubahan ukuran atau bentuk. Peningkatan ukuran atau perubahan bentuk dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Jumlahnya bertambah banyak.

Amati apabila kutil bertambah banyak dalam jumlah yang signifikan, maka kondisi tersebut memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Persistensi kutil.

Kutil yang tidak merespons pada pengobatan atau muncul kembali dalam waktu cepat meskipun sudah diobati, maka dapat menjadi salah satu faktor tanda berbahaya.

Jika terdapat tanda-tanda tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah dan pemeriksaan histopatologi. Yakni dengan mengambil sampel jaringan kulit yang terdapat kutil untuk diperiksa di bawah mikroskop untuk menegakkan diagnosis dan memberikan penanganan yang tepat. Sebab, bisa saja kutil tersebut termasuk ke dalam jenis kutil berbahaya.

Baca Juga  8 Camilan Malam Hari yang Menyehatkan

Cara Pengobatan Kutil

Pengobatan kutil dapat melibatkan berbagai pendekatan, dan pilihan tergantung pada jenis kutil, lokasi, dan kondisi kesehatan individu. Namun, hingga saat ini cara menghilangkan kutil yang paling efektif adalah dengan tindakan operasi. Berikut beberapa tahapan mengenai kapan kutil harus dilakukan operasi besar.

●Diagnosisnya sudah dipastikan oleh dokter.
●Adanya tanda-tanda keganasan atau malignansi.
●Pada kutil kelamin, kutil sudah dirasa mengganggu ketika sedang melakukan buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB).

Selain metode operasi, terdapat terapi cryotherapy, laser treatment, electrocauter, eksisi, dan pengobatan agen-agen imunologis yang dapat digunakan dalam pengobatan kutil, khususnya pada penanganan jenis human papillomavirus anogenital.

Baca Juga  8 Manfaat Jalan Pagi, Bantu Program Diet Berhasil Loh

Cara Pencegahan Kutil

Sebagai upaya pencegahan kutil, setiap individu disarankan untuk melakukan vaksinasi human papillomavirus dan pemeriksaan pap smear. Vaksinasi tersebut bisa dilakukan oleh setiap kalangan usia dan jenis kelamin. Perlu diketahui, vaksinasi ini juga penting dalam pencegahan penyakit kanker serviks.
(Dilansir dari Siloamhospitals.com)