Sebelumnya, Safrizal meresmikan rumah pembibitan atau Nursery Kelompok Tani (Poktan) Timur Makmur di Desa Air Mesu Timur, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (6/12/2023).

Nursery perbenihan cabai dan bawang merah dengan sistem soilblock ini merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan).

Diharapkan melalui rumah pembibitan cabai dan bawang merah akan mengeliatkan lagi penanaman cabai dan bawang merah di Babel serta mengendalikan inflasi sebab cabai ikut mempengaruhi Tingkat inflasi di Babel.

Suksesnya pembenihan ini, menurut Safrizal, tak menutup kemungkinan Babel akan menjaga kestabilisasi harga. Ia menargetkan harga cabai pada Mei 2024 turun 50 persen dari harga sekarang yang mencapai Rp 100 ribu.

Baca Juga  Pemprov Babel Gelar Upacara Hari Otda XXVIII Tahun 2024

Strategi jangka menengah untuk pengendalian inflasi yakni segera dieksekusi seperti ekstensifikasi pertanian melalui inisiasi lumbung pangan di Bangka Selatan, gerakan tanam cabai untuk skala rumah tangga dan wajib untuk ASN Pemprov Babel nantinya sebagai percontohan sampai upaya untuk menambah frekuensi penerbangan, paralel strategi jangka pendek melalui aksi konkret secara mikro terus dijalankan seperti pasar murah on the spot.

“Kita juga akan memanfaatkan pekarangan rumah dinas gubernur sebagai kebun percontohan untuk penanaman cabai. Kebun percontohan ini nantinya bisa menjadi objek kunjungan bagi masyarakat, anggota PKK dari Kabupaten/Kota, maupun anak-anak sekolah sebagai media pembelajaran dalam bertanam cabai,” tutup Safrizal. (**)