Safrizal juga mengingatkan semua pihak akan pentingnya tanggung jawab sebagai pelaku industri dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kelestarian alam karena dalam mengembangkan potensi minyak atsiri sapu-sapu, mari kita tetap mematuhi prinsip-prinsip pengelolaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Dengan cara ini, kita dapat menjaga keberlangsungan sumber daya alam yang kita manfaatkan serta melindungi keindahan alam Kepulauan Bangka Belitung untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Adwil Kemendagri ini juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan proyek ini. Menurutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat adalah kunci kesuksesan pembangunan ini.

Baca Juga  Kasus Mafia Tanah di Mendo Barat, Jaksa Ungkap Keterlibatan Oknum Pegawai Dishut Babel

“Semoga tempat penyulingan minyak atsiri ini tidak hanya menjadi pusat produksi unggulan tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penelitian untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita dapat mencapai tujuan bersama untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah kita,” pungkasnya. (**)