PT Timah Tbk Kembali Raih Proper Emas, Komitmen Lakukan Pengelolaan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
“Mayoritas berada di level biru, tahun berikut saya berharap hijau dan emas.
Perusahaan yang masih berada di level hitam dan merah melakukan akselarasi dalam meningkatkan tata kelola perusahaan dan memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan Proper megubah paradigma TJSL perusahaan bukan sekedar berbagi bantuan tapi juga beroerientasi pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.
“Kepada para penerima proper peringkat emas dan para ceo saya ucapakan selamat kepada semuanya. Semoga raihan ini dapta menajdi contoh nyata yang menginspirasi dan mendorong kinerja perusahaan lainnya,” pesannya.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Alue Dohong mengatakan Anugerah Proper merupakan penghargaan atas kerja dunia usaha dalam pengeolaan lingkungan, eco inovasi, inovasi sosial dan green leadership.
Tema Green Leadership Perusahaan tahun ini adalah Extraordinary Turnaround yang menjelaskan terdapat lima lompatan untuk menjaga kelangsung bumi dan manusia, yaitu Pengentasan Kemiskinan, Pengurangan Kesenjangan, Pemberdayaan Perempuan, Sistem Pangan yang sehat untuk manusia dan ekosistem, serta mengubah sistem energi untuk meningkatkan efisiensi dan transisi menuju energi bersih.
“Proper tahun ini diikuti 3.694 peserta. Proper Emas sebanyak 79 perusahaan, Proper Hijau 196 perusahaan, Proper Biru 2.131, Proper Merah 1.077, hitam tidak ada, ditunda peringkat 212 perusahaan,” katanya.
PT Timah Tbk Batu Besi melaksanakan eco inovasi sosial melalui Program Terpadu Inovasi Nanas Badau Belitung Indonesia (Protein Nabati) merupakan upaya PT Timah Tbk melaksanakan program pengelolaan lingkungan yang memanfaatkan lahan bekas tambang untuk menanam nanas badau.
Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini melibatkan Kelompok Tani Aik Jelutung untuk membudidayakan nanas badau di lahan bekas tambang. Selain itu, PT Timah Tbk juga melibatkan kelompok UMKM 2Y yang beranggotakan kelompok perempuan untuk mengolah hasil nanas. (**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.