Sering Digendong Membuat Bayi Bau Tangan Apakah Benar?
Tak hanya itu, menggendong bayi juga bisa memperkuat hubungan atau ikatan emosional dan mendukung interaksi antara bayi dan orang tuanya. Bayi juga membutuhkan kehangatan dari pelukan orang tuanya agar ia merasa aman dan nyaman.
Menggendong bayi sesering mungkin, terutama menggendong bayi prematur dengan metode perawatan kanguru, juga terbukti dapat menghangatkan tubuh bayi, mengurangi tangisan, menstabilkan pernapasan dan detak jantung, serta mendukung tumbuh kembang dan peningkatan berat badan bayi.
Cara Lain untuk Menenangkan Bayi
Bayi akan menangis saat menginginkan atau membutuhkan sesuatu karena mereka belum memahami cara lain untuk menyampaikan apa yang diinginkan.
Biasanya setelah usia 6–9 bulan, bayi baru mulai bisa memahami lingkungan di sekitarnya, membaca ekspresi orang lain, dan menunjukkan respons terhadap stimulus atau situasi tertentu. Pada masa inilah, orang tua harus bisa mulai memilah reaksi terhadap tangisan bayi.
Apabila bayi tetap menangis padahal ia tidak sedang sakit, setelah disusui, atau usai diganti popok, beberapa cara berikut dapat dilakukan orang tua untuk menenangkannya, yaitu:
●Membaringkan bayi di kursi atau tempat tidur goyang
●Mengusap kepala, punggung, atau dada bayi dengan lembut
●Membedong bayi
●Mengajak bayi berbicara dengan suara yang pelan dan lembut
●Menyanyi atau memutar musik dengan suara kecil
●Mengajak bayi jalan-jalan menggunakan stroller atau digendong
●Membuat bayi bersendawa
●Memandikan bayi dengan air hangat
●Memijat bayi dengan lembut
Nah, bayi bau tangan karena terlalu sering digendong ternyata hanyalah mitos belaka. Oleh karena itu, tidak ada larangan untuk menggendong bayi sesering mungkin. Nikmatilah saat-saat menggendong bayi pada bulan pertama usianya tanpa perlu takut dan terlalu khawatir. Jika ragu, konsultasikan hal tersebut dengan dokter anak.(Dilansir dari Alodokter.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.