“Suku Bugis perantauan punya prinsip yang diwariskan yaitu saling menghormati dalam bermasyarakat, dan saling membantu sesama perantauan. Acara adat ini juga kita sebut Tudang Sipulung, yang sekaligus menjadi momen yang tepat untuk berkumpul sesama Bugis perantauan untuk bersilaturahmi,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, Pemkab Bateng melalui Dinas Perkimhub menyerahkan secara simbolis bantuan 12 unit rumah layak huni kepada masyarakat yang diserahkan langsung oleh Bupati Bateng.

“Alhamdulillah hari ini kita juga serahkan 12 unit rumah untuk warga yang memang tidak memiliki hunian yang layak. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi penerima dan pesan saya agar rumah ini dijaga dan dirawat dengan baik,” ucap Algafry.

Baca Juga  Soal Kasus Penyimpangan Seksual Oknum Guru SMA Negeri, Ini Kata Bupati Algafry

Sementara itu, Kepala Diperkimhub Bateng, Fani Hendra Saputra menjelaskan, program bantuan rumah layak huni di Desa Batu Belubang sudah masuk dalam rencana pembangunan Pemkab Bateng.

“Bantuan ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu. Desa Batu Belubang juga kita masukkan dalam program kawasan kumuh, dan sebagian besar programnya adalah pemberian bantuan rumah layak huni,” ungkap Fani.

Lanjutnya, program bantuan rumah layak huni di Batu Belubang akan dilanjutkan dengan relokasi kawasan kumuh pada tahun 2025.

“Insyaallah ini akan terus berlanjut. Tahun ini kita serahkan 12 unit rumah dan untuk pembenahan kawasan kumuh kita sudah selesaikan perencanaannya di tahun 2023, kemudian kita akan serahkan ke pusat dan mudah-mudahan di tahun 2025 program relokasi kawasan kumuh di Batu Belubang berjalan lancar,” ujarnya.

Baca Juga  8 Lembaga di Bangka Tengah Raih Penghargaan Pengutamaan Bahasa Negara

Pada kegiatan ini pula, Fani Hendra Saputra diberikan gelar kebangsawanan suku Bugis oleh para tetua Lembaga Adat Bugis dan KKSS dengan nama Daeng Pawattak yang memiliki arti ‘orang yang mengangkat derajat masyarakat kecil atau tidak mampu’.

“Terima kasih untuk gelar dan amanah yang diberikan suku Bugis kepada saya. Ini merupakan tantangan, artinya bagaimana kita harus bisa betul-betul bermanfaat membantu masyarakat tidak hanya dari gelar saja tetapi juga tindakan. Semoga dengan disematkannya gelar ini, kami dari pemerintah dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat di Desa Batu Belubang,” pungkasnya. (Diskominfosta Bangka Tengah)