Meski kecil, Pulau ini pernah dihuni. Dulu, sekitar tahun 1980-an, Suku Bugis dari Provinsi Sulawesi Selatan mendiami Pulau ini. Pertimbangannya tak lain karena di area tersebut banyak ikan.

Kesulitan saat tinggal di Penanas adalah tidak adanya air tawar, maka suka tidak suka mereka harus mengambilnya di Pulau Buku Limau yang waktu itu masih terlihat seram dan tanpa penghuni. Bahkan, di sekeliling Buku Limau pun masih ditumbuhi mangrove (Bakau).

Namun, pilihan tetap bertahan di Pulau ini karena dekat dengan area tangkap ikan. Selain itu, kalau ke arah Buku Limau, karangnya banyak, dan pada saat itu orang-orang belum hapal jalur ke Buku Limau yang dikeliligi terumbu karang. Ditambah lagi, saat itu masih menggunakan perahu layar dan belum ada teknologi kapal bermesin seperti sekarang serta memiliki alat pendeteksi terumbu karang.(Dilansir dari Belitungwonderful.com)

Baca Juga  Pesona Alam Bukit Nenek Desa Gudang dan Kisah Mistisnya