Ini LHKPN Tiga Pimpinan DPRD Bangka Barat, Siapa yang Terkaya?
Ini menandakan, grafik harta kekayaan Oktorazsari sedikit membaik. Meski pun, terjadi penurunan angka aset alat transportasi dan mesin yang dimiliki dari nilai total Rp815 juta di 2021 turun mencapai Rp200 juta pada tahun 2022 sehingga tersisa menjadi Rp615 juta.
Usai ditelusuri, kendaraan roda empat merek Honda CRV Tahun 2013 senilai Rp200 juta hasil sendiri sudah tak ada lagi tercantum di LHKPN. Meski begitu, dia masih memiliki sedikitnya 4 untuk lagi kendaraan roda 4 dan 3 unit kendaraan roda 2 berbagai merek.
Seperti mobil merek Mitsubishi Barang sebanyak 2 unit masing-masing Tahun 2008 senilai Rp180 juta dan Tahun 1997 senilai Rp30 juta. Mitsubishi Truk Dump Tahun 2009 senilai Rp125 juta serta Honda Mobil Penumpang Tahun 2013 dengan nilai sekitar Rp225 juta.
Sedangkan sepeda motor di antaranya ada Honda Scoopy Tahun 2015 senilai Rp10 juta dan 2 unit Honda Tahun 2018 masing-masing senilai Rp23 juta dan Rp22 juta. Sedangkan aset kas dan setara kas, H Oktorazsari memiliki tabungan sekitar Rp 17.820.426.
Jumlah tersebut tidak bertambah atau berkurang dari 2021 ke 2022. Untuk aset tanah dan bangunan, tidak dimiliki pria yang melenggang ke DPRD Babar dari Dapil gabungan Tempilang-Kelapa ini. Begitu juga harta bergerak lainnya, surat berharga hingga harta lainnya.
3. Miyuni Rohantap (Wakil Ketua II)
Saudara mantan Kabid Perdagangan DKUP, yang saat ini menjabat Kepala BP2RD Babar, Miwani tersebut memiliki grafik harta kekayaan cukup baik dari tahun 2021 ke 2022. Yang mana, tercatat di dalam LHKPN, terdapat peningkatan sekitar 19,60 persen.
Atau sebesar Rp147 juta. Miyuni per 31 Desember 2021 melaporkan total harta kekayaannya senilai Rp750 juta dan per 31 Desember 2022 diangka Rp897 juta. Grafik kepemilikan total harta kekayaan Miyuni memang cukup baik karena periode 2021-2022, tak punya hutang.
Meski dia juga tak memiliki aset harta bergerak lainnya, surat berharga hingga harta lainnya. Namun, di dalam LHKPN, peningkatan nilai total kekayaan tadi terlihat jelas pada jenis aset alat transportasi dan mesin. Kemudian juga pada tabungan kas dan setara.
Untuk aset alat transportasi dan mesin, Politisi NasDem tersebut menambah 1 unit kendaraan roda 4 merek Suzuki Minibus Tahun 2013 senilai Rp95 juta pada tahun 2022. Aset ini menambah koleksi 3 unit kendaraan lain yang telah dimiliki sebelumnya pada tahun 2021.
Ada mobil merek Toyota Kijang Innova Tahun 2011 senilai Rp140 juta, sepeda motor Honda V1 Tahun 2018 senilai Rp20 juta dan sepeda motor merek Yamaha 1LB Tahun 2013 senilai Rp5 juta. Sehingga persentase aset yang bertambah mencapai 57,58 persen.
Berikutnya ada aset kas dan setara kas yang mengalami penambahan sekitar 94,55 persen. Di mana tercatat pada 2021 ia hanya memiliki kas dan setara kas sekitar Rp55 juta dan bertambah menjadi Rp107 juta pada 2022. Selain itu, ia juga punya tanah dan bangunan.
Meski tak ada penambahan jumlahnya dari 2021 ke 2022, dia tercatat punya 5 aset tanah dan bangunan, semuanya di Kota Pangkalpinang. Empat di antaranya merupakan hasil sendiri dan sisanya adalah aset warisan. Nilai aset hasil sendiri masing-masing beragam.
Pertama, tanah dan bangunan seluas 209 m2/209 m2 senilai Rp200 juta, tanah dan bangunan luas 907 m2/907 m2, Rp70 juta. Tanah dan bangunan seluas 216 m2/216 m2 Rp50 juta serta terakhir tanah dan bangunan seluas 165 m2/165 m2 senilai Rp10 juta. Aset warisan, ada tanah dan bangunan, luas 200 m2/200 m2 senilai Rp200 juta.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.