Ervawi berharap melalui buku ini diharapkan semangat para penulis buku semakin meningkatndalam berkarya agar cerita dongeng-dongeng ini muncul lagi seperti dulu karena dongeng sudah banyak hilang termakan teknologi.

“Untuk pengembangan potensi, para penulis kita harap teruslah menulis dan semoga buku-buku ini disukai dan dibaca anak-anak PAUD,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Babel, Azami Anwar mengatakan tiga buku yang diterbitkan Dinas Pendidikan Babel ini hasil dari parade menulis buku pendidikan pada Oktober-Desember 2023.

“Dan tujuan parade menulis buku pendidikan ini untuk menumbuhkan semangat literasi bagi para penulis di Babel dan untuk mengenalkan cerita inspiratif ke anak-anak,” ujarnya.(**)

Baca Juga  Vonis Bebas Bos Timah Belinyu Dibatalkan, MA Putus Ryan Afung 8 Tahun, Uang Pengganti Rp61 M