“Harapan kami agar rekomendasi ini hendaknya dapat segera ditindaklanjuti sebagai evaluasi bersama untuk meningkatkan stabilitas harga TBS kelapa sawit dan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang baik, untuk kesejahteraan masyarakat Babel, sebagai wujud bentuk pertanggungjawaban kita bersama kepada bangsa dan masyarakat,” tambahnya.

Kemudian, Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kepulauan Babel, Safrizal ZA menyebutkan komiditi kelapa sawit di Babel adalah komoditi unggulan setelah lada dan karet.

“Perkebunan kelapa sawit di Babel cukup banyak dikelola oleh perusahaan maupun masyarakat, hal ini terbukti pada luas perkebunan kelapa sawit di Babel tahun 2022 yakni 250.741 Ha, yang terdiri dari sawit seluas 171.284,98 Ha untuk perusahaan sawit dan 79.546,98 ha untuk sawit rakyat dengan total produksi 4.217.793,12 ton/pertahun,” ungkapnya.

Baca Juga  DPRD Babel Gelar Paripurna Pengesahan Propemperda dan RAPBD 2024

Selain itu, Safrizal juga menyinggung soal harga TBS di Babel yang mengalami peningkatan secara bertahap dalam beberapa kurun belakangan ini.

“Harga TBS terus mengalami kenaikan secara bertahap, beberapa bulan ini di Pulau Belitung yang biasanya berada di harga terendah kini telah sejajar dengan harga yang ada di Pulau Bangka. Harga TBS di pabrik saat ini kisaran Rp2000/kg- Rp.2300/kg. Artinya hasil kerja Pansus stabilitas harga TBS sawit dan syarat perizinan perkebunan sudah memberikan hasil yang baik,” tambahnya. (**)