“Saya harap penanaman bibit ini konsisten. Jangan hanya untuk keperluan jangka pendek saja, karena kasus perubahan iklim ini dampaknya untuk seluruh dunia,” katanya.

Hanni menambahkan, pola iklim saat ini cukup membuat masyarakat terganggu karena sering berubah sehingga kita harus lebih serius menetapkan zona lindung dan konservasi sehingga pemerintah daerah juga sadar dan perduli terhadap perubahan iklim di zona kepulauan ini.

“Dari KLHK sudah persuasif, namun tindakan pemimpin daerah yang harus diutamakan agar dapat membangun kesadaran dalam menjaga ruang hidupnya masing-masing sehingga berdampak langsung pada daya dukung hidup masyarakat,” ujarnya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Pemprov Babel, Eko Kurniawan berharap penanaman pohon serentak ini bukan seremonial saja, tetapi akan terus dilanjutkan dengan pemeliharaan dan didorong untuk terus mengajak peran serta masyarakat luas.

Baca Juga  Ini Tampang Pelaku Penyetubuhan Anak Kandung di Bangka, Ternyata Pernah Dipenjara Dengan Kasus Yang Sama

“Semoga apa yang kita tanam ini dapat hidup dan lahan rusak kita berkurang. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.*