Bagan tersebut merupakan standar yang digunakan dokter mata saat mengukur penglihatan pasien. Lebih dari 100 tahun setelah penemuannya, peta Snellen masih digunakan oleh dokter mata di seluruh dunia.

Prosedur Pemeriksaan Visus Mata

Prosedur visus mata biasanya dilakukan oleh dokter spesialis mata. Pertama-tama, pasien akan duduk di kursi yang nyaman agar lebih rileks. Selanjutnya, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

●Pernah atau sedang mengalami masalah mata di masa lalu atau saat ini.
●Pernah mengalami masalah kesehatan umum dalam beberapa tahun terakhir.
●Apakah lahir secara prematur.
●Mengenakan kacamata atau lensa kontak sekarang dan seberapa baik cara kerja alat tersebut.
●Pernah mengalami masalah kesehatan akhir-akhir ini.
●Minum obat secara teratur.
●Memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lain.
●Pernah menjalani operasi mata.
●Siapa saja anggota keluarga yang memiliki masalah mata, seperti degenerasi makula atau glaukoma.
●Siapa saja anggota keluarga yang mengidap diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau masalah kesehatan lain yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh.

Baca Juga  4 Bahaya Blue Light Handphone atau Laptop untuk Kesehatan Mata

Setelah diskusi tersebut selesai, pengujian akan dimulai dengan:

●Ketajaman penglihatan. Ini adalah ukuran kejernihan penglihatan untuk mengetahui seberapa baik penglihatan seseorang.
●Tes respon pupil. Prosedur ini bertujuan untuk mengetahui cara pupil membesar dan mengecil sebagai respons terhadap cahaya. Reaksi pupil tertentu dapat menunjukkan masalah neurologis.
●Confrontation visual field test. Tujuannya untuk mengetahui bidang penglihatan, termasuk penglihatan tengah dan samping (perifer) dengan mengukur otot-otot yang mengontrol pergerakan mata.
●Cover test. Tes sederhana ini mengukur seberapa baik kedua bola mata dalam bekerja sama. Tujuannya untuk mendeteksi mata juling (strabismus) dan mata malas (ambliopia).
●Tes buta warna. Tes ini merupakan evaluasi gejala yang mungkin mengindikasikan masalah retina atau saraf optik, seperti penurunan penglihatan atau melihat bintik hitam atau putih secara terus-menerus. Ketahui faktanya di sini: Ini 4 Fakta Menarik yang Perlu Diketahui Seputar Tes Buta Warna.
●Retinoskopi. Tujuannya untuk mengukur rabun jauh, rabun jauh, astigmatisma (ketidakteraturan pada kelengkungan kornea), dan presbiopia.

Baca Juga  Susu Sapi Vs Susu Kambing, Lebih Sehat Mana?

Visus mata juga dapat mendeteksi mata silinder dan menentukan jenis kacamata yang cocok untuk pengidap.(Dilansir dari Halodoc.com)