Dibanding sabun berbentuk batangan atau yang bertekstur krim, sabun berbasis air terbilang lebih cocok bagi kulit anak yang masih sensitif. Tak hanya itu, sabun jenis ini juga lebih mudah untuk dibilas.

3. Menghindari sabun berbahan SLS

Pastikan Anda memilih sabun yang bebas kandungan Sodium Lauryl Sulfate (SLS Free). Sebab, SLS merupakan bahan kimia yang dapat mengiritasi mata dan kulit, serta memicu kulit kering hingga bersisik pada anak.

Tahukah Anda?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam laman Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency menunjukkan, 100 anak mengalami reaksi seperti kulit terbakar, kemerahan, dan gatal setelah terpapar produk dengan kandungan SLS.

Hal ini tentu tidak baik mengingat kulit anak masih terbilang masih tipis dan belum sempurna sehingga kandungan SLS dapat memicu iritasi serta masalah kulit lainnya. Oleh sebab itu, ada baiknya bagi Anda untuk memilih produk sabun anak yang bebas SLS.

Baca Juga  Jangan Anggap Remeh Asap Kendaraan Bisa Picu Kanker

4. Memilih sabun dengan kandungan antibakteri

Perlu dipahami kembali bahwa kondisi bakteri pada kulit anak dan orang dewasa sangat berbeda, sehingga kandungan di sabun antibakteri dewasa dan anak pun turut berbeda.

Hal ini cukup menjadi jawaban bahwa anak Anda tidak sebaiknya menggunakan sabun orang dewasa.

Pasalnya, sebagian besar sabun orang dewasa mengandung kandungan antibakteri yang tidak cocok untuk kondisi kulit anak, seperti triclosan, phenol, dan methylbenzethonium chloride.

Bahkan, merujuk pada jurnal Connecticut Department of Public Health, kandungan antibakteri seperti triclosan punya risiko tinggi memicu alergi pada kulit anak.

Hal ini dikarenakan oleh karakteristik senyawa antibakteri tersebut yang memiliki efek alergen, serta dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik yang ada di kulit.(Dilansir dari Hellosehat.com)