Namun karena kondisi arus yang deras korban tidak dapat diselamatkan.

Nakhoda kapal Eko lalu melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kansar Pangkalpinang, ABK Kapal RBB 01 Pangkalpinang, Polairud Polda Babel, TNI AL, KPLP Pangkalbalam, ABK KN Damaru, Bakamla Babel, Kwarda Babel dan Laskar Sekaban, segera mengevakuasi korban dan membawa korban menuju RSUD Depati Hamzah.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang I Made Oka Astawa, S.H., M.Si menuturkan, “Akhirnya kita bersama Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada pencarian hari kedua  mengambang dengan jarak 1 Nautical Mile dari lokasi korban jatuh dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 10.33 WIB. Tim mengevakuasi korban menuju RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. Kami berterima kasih atas dukungan dan sinergitas dari Tim sar gabungan yang membantu dalam proses pencarian terhadap korban. Operasi SAR resmi ditutup dan unsur yang terlibat dapat kembali kesatuan masing-masing.” tutup Oka.

Baca Juga  Segera Sidang, Polda Babel Limpahkan 4 Tersangka Kasus Penimbunan 42 Ton BBM Ilegal ke Jaksa

Adapun pada pencarian hari Kedua, Tim SAR Gabungan didukung alut dari beberapa unsur potensi SAR di antaranya, Rubber Boat Kansar Pangkalpinang, Sekoci KN SAR Karna, RHIB KN Ular Laut 405 Bakamla, Rubberboat Ditpolairud Polda Babel, Rubberboat KN Damaru dan Rubberboat Laskar Sekaban.