1) Pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar sebagaimana minat dan kecepatan belajarnya masing-masing (student center);

2) Pembelajaran mengembangkan kemampuan peserta didik menggali sendiri pengetahuan dari sumber- sumber informasi dengan menggunakan internet, sebagai wahana bagi mereka untuk belajar sepanjang hayat (lifelong learning);

3) Pemanfaatan infrastruktur ICT dan perangkat pembelajaran virtual untuk memberikan fleksibilitas bagi peserta didik untuk menemukan sumbersumber belajar yang berkualitas, merekam data, menganalisis data, dan menyusun laporan dan melakukan presentasi;

4) Menekankan belajar hands-on melalui metode pembelajaran yang dinamakan “flipped classroom”, yang dengan metode ini peserta didik belajar aspek- aspek teoretik pengetahuan di rumah dan melakukan praktik di kelas. Metode ini mengembangkan kebiasaan dan kemampuan belajar mandiri (self-learning), seraya menyediakan waktu belajar lebih longgar bagi pembelajaran di sekolah untuk pengembangan kompetensi;

5) Mengembangkan soft-skills berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah, khususnya pemecahan masalah otentik dan non-rutin;

Baca Juga  Menjadi Guru yang Menginspirasi Murid

6) Kolaborasi dan dalam interaksi sosial sebagai pendekatan utama yang digunakan dalam pengembangan kompetensi, untuk memperkenalkan budaya kerja di dunia industri dan dunia kerja di abad ke-21.

7) Memberikan fleksibilitas untuk proses pembelajaran dalam bentuk blended learning, yang memungkinkan peserta didik berinteraksi, berkolaborasi dan saling belajar satu sama lain dalam setting kelas (tatap-muka) maupun secara jarak jauh (distance) secara daring (Akbar, M., Firman dan Anggaraeni., Fila Dina. 2017).

Pada abad ini, sangat diperlukan paradigma dalam belajar dengan melakukan perubahan atau reformasi dalam pembelajaran guna mencari cara-cara baru yang lebih efektif dalam pembelajaran.

Disinilah tuntutan peran kreativitas guru untuk menemukan serta melaksanakan kinerja yang inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ini adalah tantangan yang dapat dibilang tidak hanya berfokus pada yang diajarkan, tetapi juga cara pengajarannya yang mana pendidikan tersebut sendiri didasarkan pada kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan yang ada di masa depan. Akan tetapi hal ini tidak luput dari tantangan bagi para pengajar untuk mengimplementasikannya.

Baca Juga  Pantun, Bertutur Kata Menjaga Budaya Daerah

Empat kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh pengajar adalah Pertama, keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Merupakan kemampuan memahami suatu masalah, mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sehingga dapat dielaborasi dan memunculkan berbagai perspektif untuk menyelesaikan masalah. Pengajar diharapkan mampu meramu pembelajaran dan mengekspor kompetensi ini kepada peserta didik.

Kedua, Keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Keterampilan ini tidak luput dari kemampuan berbasis teknologi informasi, sehingga pengajar dapat menerapkan kolaborasi dalam proses pengajaran.

Ketiga, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Diharapkan ide-ide baru dapat diterapkan pengajar dalam proses pembelajaran sehingga memacu siswa untuk beripikir kreatif dan inovatif. Misalnya dalam mengerjakan tugas dengan memanfaatkan teknologi dan informasi.

Keempat, literasi teknologi dan informasi. Pengajar diharapkan mampu memperoleh banyak referensi dalam pemanfaatan teknologi dan informasi guna menunjang proses belajar mengajar.

Baca Juga  Identitas Taman Sejarah: Wilhelmina Park atau Taman Merdeka?

Raudya Setya Wismoko Putri, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri Semarang.

 

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, M., Chamalah, E., Wardani, O. P., & Gunarto, H. 2013. Model dan metode pembelajaran. Semarang: Unissula. Diakses pada tanggal 12 Desember 2023 dari https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=metode+pembelajaran+afandi+2013&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3D0t0IqwIbv8UJ

Afrianto. (2018). Being a professional teacher in the era of industrial revolution 4.0: Opportunities, challenges and strategies for innovative classroom practices. English Language Teaching and Research, 2(1), 1–13.

Akbar, M. Firman dan Anggaraeni, Fila Dina. 2017. Teknologi dalam Pendidikan: Literasi Digital dan Sel-Directed Learning pada Mahasiswa Skripsi. Jurnal Indigenous. 2 (1): 28-30.

Astin Lukum, Pendidikan 4.0 Di Era Generasi Z: Tantangan Dan Solusinya, Pros. Semnas KPK Vol. 2 Tahun 2019.

Umachandran, D. K., Jurcic, I., Ferdinand-James, D., Said, M. M. T., & Rashid, A. A. (2018).

Gearing Up Education Towards Industry 4.0. International Journal of Computers &

Technology, 17(2), 7305– 7311. https://doi.org/10.24297/ijct.v17i2.7754