Tahun Ini Basel akan Terima 911.073 Ton Pupuk Susidi, Harganya Tidak Ada Kenaikan
“HET pupuk urea Rp2.225 per kilogram untuk NPK Rp3.300 per kilogram. Penetapan ini juga untuk membantu petani-petani kita di Bangka Selatan untuk mendapatkan pupuk subsidi,” jelas Risvandika.
Lebih jauh ungkapnya, tingginya harga pupuk pasti berpengaruh pada harga pangan yang dihasilkan. Hal itu bisa mengakibatkan kenaikan inflasi pangan.
Oleh karena itu, Pemkab Bangka Selatan telah mengeluarkan kebijakan demi dapat membatasi kenaikan harga pupuk. Pupuk subsidi juga tidak bisa digunakan sembarangan oleh para petani sejak tahun 2023.
Pemerintah pusat hanya memberikan subsidi dua jenis pupuk untuk sembilan komoditas pertanian. Kebijakan tersebut berlaku secara nasional hingga ke daerah, sehingga pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang melakukan usaha tani subsektor tanaman pangan. Yakni padi, jagung, dan kedelai. Hortikultura, yakni cabai, bawang merah, dan putih. Serta perkebunan, yakni tebu rakyat, kakao dan kopi.
“Jadi untuk komoditas lain tidak lagi mendapatkan pupuk bersubsidi. Tapi diutamakan untuk di Bangka Selatan adalah untuk sektor tanaman pangan khususnya padi,” ucapnya.
Meskipun demikian kata Risvandika, petani dapat menebus pupuk bersubsidi pada kios-kios resmi yang telah ditentukan untuk melayani kelompok tani setempat.
Dalam proses penebusan pupuk bersubsidi, pemerintah telah memberikan kemudahan bagi petani dalam menebus pupuk bersubsidi. Di sisi lain ia juga mengajak petani untuk mulai membiasakan diri menggunakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia.
“Total kita menerima alokasi pupuk subsidi tahun 2024 ini sebanyak 911.073 ton. Khusus bagi para petani-petani kita,” pungkas Risvandika.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.