Sementara itu, Perwakilan PT. Berkah Rempah Makmur (BRM), Supiat mengatakan Program KUR Jahe Merah yang dicetus Gubenur Babel Erzaldi bisa menghadapi kegagalan panen, dikarenakan faktor alam.

“Di sini saya hanya bisa menjelaskan terkait masalah budidaya, pendampingan dan mengajak masyarakat untuk membuat pupuk organik dan sebagainnya,” tuturnya.

“Musuh kita ini adalah alam, pas kita mau menanam, kita sudah diserang cuaca ekstrem, bahkan tanah polibag sampai ke masyarakat ada yang sudah dipenuhi air, kemudian bercak daun, dan fusarium,” sambungnya.

Menurut Supiat, bercak daun itu menjadi gejala nasional pada saat itu, namun masih bisa ditangani dengan perawatan yang konsisten.

“Namun yang paling parah adalah serangan fusarium, bahkan jika kita tanam pada lahan satu hektar, satu kilo pun tak bisa panen,” tuturnya.

Baca Juga  Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28, Bupati Algafry Soroti Regulasi Pertambangan

“Jujur, pada 4 bulan awal saya sudah euforia dan senang dengan rekan lainnya, karena berhasil, bahkan saya tunjukan kepada gubernur (Erzaldi-red) keberhasilan hasil panen jahe merah tersebut,” sambungnya.

“Namun, menginjak 6 bulan ternyata jahe kita terserang penyakit dan kita juga melakukan tindakan, seperti menghubungi balai proteksi dan lainnya,” imbuhnya.