“Saat saya awal menanam dengan komunitas, penyakit bercak daun ada, tapi sedikit, sayangnya pada saat nanam berjamaah dengan petani ada serangan seperti bercak kuning dan fusarium, dimana saya juga tidak menduga,” tuturnya.

“Jujur saja, saya adalah pelaku sekaligus petani yang juga mencoba menanam, tapu saat dikomunitas itu berhasil, sayangnya saat berjamaah tidak,” sambungnya.

Supiat juga merasa kaget, saat masyarakat terus mengeluhkan adanya penyakit yang menyerang jahe merah mereka.

“Yang paling parah ini adalah fusarium, kalau di luar tidak sebesar di Pulau Bangka serangnnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bateng, Dian Akbarini mengaku sudah berusaha berkoordinasi dengan pihak PT. BRM.

Baca Juga  43 KK di Perlang Terdampak Banjir, Pemdes Salurkan Bantuan Sembako

“Kita ini sebenarnya tidak dilibatkan pada program jahe merah ini, namun karena inu melibatkan para petani Bangka Tengah, tentu kita akan mengupayakan yang terbaik,” tuturnya.

“Setelah kita coba kontak pihak sana, mereka semua mengarahkan ke saudara Supiat, tentunya kita tidak setuju dengan alasan klaim faktor alam, nanti akan kita fasilitasi lagi,” pungkasnya.