Pemuda Berpolitik: Bolehkan Anak Muda Memimpin?
Konstruksi pemikiran pemuda harus visioner sebagai “decision maker and problem solver” agar mampu menjadi sosok pemimpin yang berdisiplin tinggi penuh tanggung jawab yang memilki sifat kritis, dinamis dan futuristic.
Karakter kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemuda harus dibentuk sejak awal dengan pemahaman akan penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan yang baik sehingga akan bergerak cepat dan efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
Sebagai calon pemimpin, kawula muda juga harus sering dan terus menimba ilmu serta pengalaman dari para senior-senior yang lebih lama mengenyam manis asam garam dunia perpolitikan.
Belajar dan terus belajar serta mengimplementasikan dalam percaturan politik merupakan salah satu langkah tepat dan efisien. Walaupuan era berbeda, namun mental para politisi senior lebih kuat dan lebih fleksibel dalam menerima perbedaan.
Kritik dan saran membangun dari para senior merupakan bagian elaborasi mental dalam membentuk politisi muda. Jadikan pengalaman para senior sebagai bahan untuk menapaki jalan politik ke depan.
Tingkatkan analisis dan potensi serta memperbanyak jaringan sebagai bentuk atau sarana komunikasi massive dalam pola dan sistem perpolitikan sekarang ini.
Kemampuan secara intelektual dalam menjalankan menjadi seorang pemimpin juga harus dimiliki agar mampu mencari solusi atau ajal keluar yang efektif dan memiliki perspektif terhadap masalah dengan berbagai sudut pandang sehingga akan mudah mengambil keputusan sebagai bijak yang berpengaruh positif berkelanjutan.
Indonesia harus memulai memberikan kesempatan kepada pemuda agar mau berpartisipasi pada dunia politik. Sebagai pemuda yang memiliki mimpi besar, akan bisa terus berkembang dengan tempaan pengalaman dan dukungan dari para pihak yang bisa mengubah hal-hal yang harus diubah serta memprtahankan apa yang masih bisa dipertahankan.
Hadirnya pemimpin muda menjadi tonggak awal masih adanya pemuda yang memiliki harapan besar untuk membangun dan menuju Indonesia Emas 2045.
Syaiful Anwar, Dosen HTN FH UBB, Mahasiswa Doktoral Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
