BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — Polemik program jahe merah yang menyebabkan 400 warga Bangka Tengah diblacklist BI Checking terus bergulir.

Bahkan PT Berkah Rempah Makmur (BRM) terkesan melempar tanggung jawab atas kesulitan yang dihadapi masyarakat petani Jahe Merah.

Supiat, mantan pegawai PT. BRM yang saat itu menjabat sebagai pendamping program Jahe Merah mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui sosialisasi pinjaman Bank, karena ada tim sosialisasi PT. BRM di lapangan.

“Kalau masalah hutang piutang masyarakat, saya tidak tahu, itu urusan tim sosialisasi yakni Basrin, Siska dan Sari. Saya hanya pendamping teknis penanaman Jahe Merah saja,” ungkapnya belum lama ini.

Ia juga menerangkan, bahwa gagalnya program jahe merah ini karena faktor alam yang mempengaruhi pertumbuhan jahe merah dan tidak diduga oleh dirinya sebagai pelaku dan petani jahe merah.

Baca Juga  Warga Batu Belubang Antusias Berobat di Mobil Sehat PT Timah, Berharap Datang Kembali 

“Jahe merah awalnya saya tanam tidak ada masalah. Saya tidak mengira, saat kami tanam jamaah, jadi terserang penyakit bercak kuning dan fusarium, ditambah cuaca ekstrem,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, dirinya tak tahu masalah akan sampai seperti ini, karena 4 bulan awal penanaman semua jahe merah tanamannya segar dan sangat luar biasa.

“Setelah 6 bulan ternyata langsung diserang penyakit, cuaca dan semuanya,” ucapnya.

Ia kembali menegaskan, dirinya tidak terlibat apapun dalam hal sosialisasi pinjaman dan program KUR ke masyarakat.