“Saya tegaskan saya tidak terlibat apapun dalam sosialisasi dalam hal sosialisasi dari KUR, programnya dan lainnya. Saya hanya di lapangan sebagai pendamping petani saja, ” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Dian mengatakan jika Bangka Tengah tidak terlibat dalam program jahe merah dari anggaran, teknis dan mou kerja sama.

“Pemkab Bangka Tengah tak pernah dilibatkan dari awal program jahe merah. Program ini kerja sama antara PT. BRM dan juga Bank Sumsel Babel. Jadi, kami tegaskan Pemerintah Bangka Tengah tidak terlibat di program Jahe Merah,” tegas Dian.

Ia menuturkan, pihaknya tidak pernah memiliki nama 400 petani Bangka Tengah yang terlibat program Jahe Merah.

Baca Juga  DPRD Bangka Tengah Soroti Ketergantungan Dana Pusat, Dorong Kemandirian PAD

“Ini program provinsi dan bukan program Kabupaten Bangka Tengah. Itu saja,” ujarnya.

“Kami tak pernah diikut sertakan dalam hal teknis, administrasi, data dan semuanya. Jadi, kami bahkan tidak tahu bagaimana masalah ini sebenarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Siska selaku Kordinator Sosialisasi menegaskan, dirinya hanya pemegang kunci kantor dan dilempar kembali ke saudara Basrin.

“Pak Basrin atasan saya. Coba tanya saja ya. Saya cuma memegang kunci kantor saja,” tutupnya.